Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Selamat Tinggal Masa Lalu?

Untuk hidup yang baru, kita harus mengikhlaskan segala sesuatu yang telah lalu.  Ya setidaknya aku pernah mendengar kata-kata tersebut. Entah harus senang atau sedih menyambut sesuatu yang baru, pergi dan terus melangkah untuk meninggalkan segala duka yang terjadi di masa lalu.  Air mata yang jatuh mengingat banyak sekali dosa dan kesalahan yang telah di perbuat kemarin harus menjadi pecutan keras untuk memperbaiki diri di masa depan. Masalahnya bukan terletak pada jumlah resolusimu yang kurang apik dan menantang, tapi masalahnya terletak pada niat serta keseriusan yang ada dalam dirimu. Segala penyesalan yang terjadi membuat aku banyak belajar tentang kehidupan, kebahagiaan dan kesedihan yang datang seharusnya menjadi pengingat untuk terus menerus bergantung pada-Nya.  Terima kasih pada segala hal yang telah membuat aku bahagia dan tertawa, tak lupa pula pada kekecewaan yang berujung kesedihan panjang. Terima kasih telah membuat hari penuh warna, sudah, aku sudah memaafk...

Bolehkah Aku Bersedih?

Kesedihan yang tak bermuara, banyak orang yang beranggapan bahwasannya bersedih adalah salah satu kejadian yang paling menakutkan, kesedihan seolah tergambarkan bayangan hitam yang tak pernah lepas dari kehidupan. Disini aku ingin membagikan pendapatku tentang kesedihan. Entah harus didefinisikan seperti apa sepertinya sulit untukku merangkai kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana kesedihan itu sendiri karena aku tahu bahwa setiap dari kita, bahkan kamu yang sedang membaca tulisan ini pernah mengalami kesedihan. Aku tahu, kesedihan itu bagaikan pil pahit yang harus ditelan secara paksa. Namun setelah kita meminum pil itu kita akan sehat seperti sedia kala. Banyak yang mengatakan bahwa kita harus kuat menghadapi hidup salah satu caranya adalah dengan memendam kesedihan. Bagiku kesedihan adalah bagian dari hidup yang mau tak mau, suka tak suka pasti kita akan menemukannya. Namun seperti apa kita bersikap itu yang menunjukan siapa diri kita. Dulu aku selalu menganggap kesedihan ada...